Apa itu Kalibrasi?

Menurut Joint Committee for Guides in Metrology (JCGM) dalam International Vocabulary of Metrology (VIM) 3rd edition (2008), kalibrasi adalah sebuah operasi yang, di bawah kondisi tertentu, pada langkah pertama, menetapkan hubungan antara nilai kuantitas dengan ketidakpastian pengukuran yang diberikan oleh standar pengukuran dan indikasi yang sesuai dengan ketidakpastian pengukuran terkait dan, pada langkah kedua, menggunakan informasi ini untuk menetapkan hubungan untuk memperoleh hasil pengukuran dari suatu indikasi. Secara teknis kalibrasi dapat diartikan juga sebagai serangkaian kegiatan yang membandingkan nilai alat ukur atau sistem ukur dengan membentuk hubungan antara nilai yang ditunjukkan oleh alat ukur atau sistem ukur, dengan nilai-nilai yang sudah diketahui beserta dengan nilai ketidakpastian yang berkaitan dari besaran yang diukur dalam kondisi tertentu sehingga diketahui kebenaran konvensional nilai penunjukkan yang mampu telusur (traceable) ke standar nasional untuk satuan ukuran dan/atau internasional..

Kalibrasi dapat dinyatakan melalui pernyataan, fungsi kalibrasi, diagram kalibrasi, kurva kalibrasi, atau tabel kalibrasi. Dalam beberapa kasus, kalibrasi dapat terdiri dari koreksi aditif atau multiplikatif dari indikasi dengan ketidakpastian pengukuran yang terkait. Kalibrasi sendiri tidak boleh disamakan dengan penyesuaian sistem pengukuran, yang sering keliru disebut “self-calibration”, maupun dengan verification of calibration (JCGM, 2008). Sehingga dapat diartikan bahwa kalibrasi dalam metrologi bukan merupakan sebuah proses penyesuaian atau adjustment.

Tujuan Kalibrasi

Melalui proses kalibrasi, alat ukur dapat mencapai ketertelusuran pengukuran. Artinya, hasil pengukuran yang diperoleh dapat ditelusuri hingga ke standar pengukuran yang lebih tinggi melalui rantai perbandingan yang tidak terputus sehingga menjamin hasil-hasil pengukuran sesuai dengan Standar Nasional maupun Internasional.

Menurut International Laboratory Accreditation Cooperation  (ILAC, 2022), tujuan utama kalibrasi dalam menjaga ketertelusuran metrologi antara lain:

·  Mengonfirmasi adanya pergeseran nilai pada standar atau alat ukur yang dapatmemengaruhi 

    hasil pengukuran seiring waktu.

·  Mengonfirmasi tingkat ketidakpastian pengukuran yang dapat dicapai oleh standar atau alat

    ukur.

·  Meningkatkan kepercayaan terhadap estimasi penyimpangan antara nilai acuan dengan nilai

    yang ditunjukkan alat ukur, serta ketidakpastian pengukurannya.

Manfaat Kalibrasi

Manfaat yang didapat dari melakukan kalibrasi, antara lain

  • Mendukung sistem mutu yang diterapkan di berbagai industri pada peralatan laboratorium dan peralatan produksi yang dimiliki.
  • Terjaga kondisi instrumen ukur dan bahan ukur.
  • Dengan melakukan kalibrasi, bisa diketahui seberapa jauh koreksi (penyimpangan) antara nilai benar dengan nilai yang ditunjukkan oleh alat ukur. (KIM LIPI. 1989)

Kalibrasi dapat dilakukan dengan adanya unsur berikut,

Persyaratan Kalibrasi

  • Obyek Ukur (Unit Under Test).

Untuk mencapai definisi kalibrasi yaitu membandingkan nilai ukur suatu ukuran, maka obyek ukur yang dikalibrasi merupakan alat ukur atau sistem ukur yang memiliki atau memberikan nilai pada proses pengukuran.

  • Standar Ukur.

Sebagai pembanding alat ukur maka standar ukur harus memiliki akurasi yang lebih tinggi atau minimal tiga kali lebih baik dari obyek ukur.

  • Metode Kalibrasi.

Proses kalibrasi harus menggunakan metode perbandingan yang sesuai sehingga tercipta kondisi yang sama dan menciptakan ketertelusuran yang tepat pada ketertelusuran metrologinya.

  • Teknisi Kalibrasi.

Orang yang melakukan kalibrasi atau teknisi kalibrasi harus mempunyai kemampuan teknis kalibrasi yang dibuktikan dengan sertifikat pelatihan ataupun kompetensi.

Dengan adanya akreditasi laboratorium kalibrasi di Indonesia, maka pengguna alat ukur dapat dipermudah memenuhi persyaratan kalibrasi ini. Laboratorium kalibrasi yang telah terakreditasi dapat dipastikan menggunakan standar ukur yang tepat, metode kalibrasi yang diakui secara nasional maupun internasional dan teknisi yang kompeten.

Tim Redaksi :
Penanggung Jawab : Oges Susetio, ST
Redaktur : Arief Setiawan, ST., M.Si
Reviewer : Dr. Teti Resmianty, S.Si., M.Si.
Penulis : Moudityo Kurnia Bikadias

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *