Latar Belakang
Beberapa kejadian gempa bumi dan longsor yang terjadi di wilayah Aceh dan Sumatera Utara kembali menyoroti kawasan tersebut terhadap sering terjadinya bencana geologi. Wilayah ini berada di jalur Sesar Sumatra (Great Sumatran Fault) sehingga aktivitas seismik dapat memicu pergerakan tanah pada area dengan kemiringan lereng yang tinggi. Selain dampak terhadap infrastruktur dan masyarakat, bencana ini juga berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap kualitas lingkungan, khususnya pada ekosistem tanah, sungai, dan kualitas air di wilayah sekitar. Berikut beberapa dampak lingkungan yang mungkin terjadi:
- Peningkatan Sedimentasi dan Kekeruhan Sungai
Longsoran tanah membawa material berupa tanah, batu, serta vegetasi ke badan air. Hal ini dapat menyebabkan:
- Peningkatan Total Suspended Solids (TSS)
- Tingginya turbidity (kekeruhan) pada air sungai
- Pendangkalan aliran sungai dan perubahan morfologi sungai.
Sedimentasi yang tinggi juga dapat mengganggu habitat organisme air serta menurunkan kualitas air baku bagi masyarakat.
2. Perubahan Komposisi Kimia Air
Material tanah yang terbawa longsor dapat mengandung berbagai unsur mineral yang larut dalam air. Dalam beberapa kondisi, dapat terjadi peningkatan parameter seperti:
- Fe (Besi)
- Mn (Mangan)
- Al (Aluminium)
- Ca (Calcium)
- Nutrien (Nitrat dan Fosfat)
Peningkatan unsur-unsur tersebut dapat mempengaruhi kualitas air serta berpotensi menimbulkan masalah pada sistem pengolahan air bagi masyarakat.
3. Gangguan Ekosistem dan Habitat
Kerusakan vegetasi akibat longsor dapat menyebabkan:
- Hilangnya habitat satwa liar
- Penurunan keanekaragaman hayati lokal
- Peningkatan erosi tanah pada musim hujan berikutnya
- Indeks dominasi tumbuhan tertentu meningkat dan berdampak merugikan vegetasi
- Homogenisasi vegetasi yang berdampak buruk pada lingkungan
Tanpa rehabilitasi vegetasi yang memadai, area terdampak berpotensi mengalami degradasi lahan jangka Panjang dan berpotensi menimbulkan efek yang jauh lebih fatal.
Parameter Lingkungan yang Perlu Dimonitor Pasca Bencana
Untuk mengetahui dampak lingkungan secara ilmiah, beberapa parameter penting yang dapat dipantau antara lain:
- Parameter Fisik
- Total Suspended Solids (TSS)
- Turbidity
- Warna, suhu air, konduktivitas
- Lapisan minyak, sampah, busa/buih
- Parameter Kimia
- pH
- Dissolved Oxygen (DO)
- Nitrat (NO₃⁻)
- Fosfat (PO₄³⁻)
- Logam berat seperti Fe, Mn, Cd, Ba, Se, Zn, dan Al
- Parameter Biologi
- Total Coliform
- E. coli (jika terdapat potensi kontaminasi dari permukiman)
Metode Analisis Laboratorium yang Umum Digunakan
Beberapa metode standar yang dapat digunakan untuk analisis lingkungan pascabencana antara lain:
- TSS : Metode Gravimetri (SM APHA 2540 D)
- Logam (Fe, Mn, Al) : ICP-OES / AAS (SM APHA 3120 / 3111)
- Nitrat dan Fosfat : Spektrofotometri (SM APHA 4500 series)
- Turbidity : Nephelometric Method (SM APHA 2130 B)
- Total Coliform / E. coli : MPN Method (SM APHA 9221)
Monitoring berkala menjadi mandatory/diwajibkan untuk mengetahui tren pemulihan lingkungan setelah bencana terjadi, demi mengontrol kondisi lingkungan secara aktual dan menjadi mitigasi awal untuk bencana yang sekiranya berpotensi terjadi.
Rekomendasi Pengelolaan Lingkungan
Beberapa langkah mitigasi yang dapat dilakukan antara lain:
- Revegetasi dan rehabilitasi lahan pada area longsor
- Pengendalian erosi menggunakan teknik konservasi tanah
- Pemantauan kualitas air secara berkala pada sungai terdampak
- Integrasi data geologi, hidrologi, dan kualitas lingkungan untuk sistem mitigasi bencana
Insight Lingkungan
Bencana alam seperti gempa dan longsor tidak hanya mengubah lanskap wilayah, tetapi juga dapat mempengaruhi kualitas air, tanah, dan keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, pemantauan lingkungan yang sistematis menjadi bagian penting dari proses pemulihan wilayah terdampak.
Referensi :
- https://www.youtube.com/watch?v=HR5cA4IoRlE-
- https://ugm.ac.id/id/berita/bencana-banjir-bandang-sumatra-pakar-ugm-sebut-akibat-kerusakan-ekosistem-hutan-di-hulu-das/–
- https://itb.ac.id/berita/ahli-itb-ungkap-interaksi-atmosfergeospasial-di-balik-banjir-bandang-dan-longsor-sumatera/63133 –
- https://news.detik.com/berita/d-8327048/update-bencana-sumatera-1-201-orang-tewas-113-ribu-warga-masih-ngungsi
- USGS (United States Geological Survey). 2024–2025. Earthquake Hazards Program – Sumatra Subduction Zone.
- APHA, AWWA, WEF. 2017. Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater, 23rd Edition.
Tim Redaksi
Penanggung Jawab : Oges Susetio, S.T.
Redaktur : Arief Setiawan, S.T., M.Si.
Reviewer : Dr. Teti Resmianty, S.Si., M.Si.
Penulis : Divisi Technical Enviro
