Penutupan Selat Hormuz merupakan salah satu kondisi geopolitik yang berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap sektor pelayaran global. Selat ini dikenal sebagai jalur utama pengiriman minyak dari kawasan Teluk menuju berbagai pasar internasional. Apabila jalur tersebut tidak dapat digunakan, kapal tanker harus menempuh rute alternatif yang biasanya memiliki jarak lebih jauh dan membutuhkan waktu pelayaran yang lebih lama. Perubahan rute tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan durasi perjalanan dan biaya operasional kapal, tetapi juga dapat memengaruhi kinerja serta kualitas oli pada mesin kapal.

Apabila Selat Hormuz ditutup, pengiriman minyak biasanya dialihkan melalui pipa menuju pelabuhan alternatif seperti Fujairah atau melalui jaringan pipa seperti East–West Pipeline menuju pelabuhan Yanbu di Laut Merah. Dari sana kapal tanker dapat berlayar melalui Terusan Suez atau bahkan mengitari Tanjung Harapan untuk mencapai tujuan. Rute yang lebih panjang ini menyebabkan mesin kapal harus bekerja lebih lama dibandingkan dengan kondisi pelayaran normal.

Pengaruh terhadap Kualitas Oli Mesin Kapal

  1. Peningkatan Oksidasi Oli
    Operasi mesin yang berlangsung lebih lama meningkatkan paparan oli terhadap suhu tinggi dan oksigen. Kondisi ini mempercepat proses oksidasi yang dapat menyebabkan oli menjadi lebih kental serta terbentuknya sludge dan endapan.
  2. Kontaminasi yang Lebih Tinggi
    Waktu operasi yang lebih panjang meningkatkan potensi kontaminasi oli oleh partikel logam akibat keausan, residu pembakaran, serta air kondensasi. Kontaminan tersebut dapat menurunkan kemampuan pelumasan oli.
  3. Penurunan Efektivitas Aditif
    Oli mesin kapal mengandung berbagai aditif seperti antioksidan, deterjen, dan anti-korosi. Seiring bertambahnya waktu operasi, aditif tersebut akan lebih cepat terdegradasi sehingga perlindungan terhadap komponen mesin berkurang.
  4. Perubahan Viskositas
    Oksidasi dan kontaminasi dapat menyebabkan perubahan viskositas oli, baik menjadi terlalu kental maupun terlalu encer. Kondisi ini dapat mengganggu film pelumas yang berfungsi melindungi komponen mesin.


Akibat pelayaran yang lebih lama, operator kapal perlu melakukan pengawasan kondisi oli secara lebih intensif. Analisis oli secara berkala, pemantauan parameter seperti viskositas, Total Base Number (TBN), dan kandungan logam keausan menjadi semakin penting untuk menjaga keandalan mesin selama perjalanan panjang.


Penutupan Selat Hormuz tidak hanya berdampak pada rantai pasok energi global, tetapi juga pada aspek teknis operasional kapal. Rute pelayaran yang lebih Panjang menyebabkan mesin bekerja lebih lama, yang pada akhirnya mempercepat penurunan kualitas oli. Oleh karena itu, manajemen perawatan dan pemantauan oli yang baik menjadi kunci untuk menjaga performa mesin kapal dalam kondisi rute pelayaran yang berubah.

Referensi :

  • Kaminski, P. (2024). Investigation Lubricity Performance of Lubricating Oil Used in Marine Diesel Engine Fuel Injection Pump. Applied Sciences, 14(14), 6148. https://doi.org/10.3390/app14146148

Tim Redaksi :
Penanggung Jawab : Oges Susetio, ST
Redaktur : Arief Setiawan, ST., M.Si
Reviewer : Dr. Teti Resmianty, S.Si., M.Si.
Penulis : Divisi Petroleum Chemistry

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *