Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. Salah satu aspek yang sering kali kurang diperhatikan, namun memiliki dampak besar terhadap kesehatan pekerja, adalah ergonomi.
Ergonomi merupakan bidang yang mempelajari kesesuaian antara pekerja dengan pekerjaannya. Pendekatan ini bertujuan untuk menyesuaikan kondisi tempat kerja dan tuntutan pekerjaan dengan kemampuan tubuh manusia Dengan penerapan ergonomi yang tepat, risiko cedera kerja dapat diminimalkan serta kenyamanan dan produktivitas kerja dapat meningkat.
Apa itu Cedera Ergonomi?
Tubuh manusia umumnya dapat pulih dari kelelahan kerja setelah beristirahat. Namun, jika tekanan kerja terjadi terus-menerus tanpa waktu pemulihan yang cukup, kondisi tersebut dapat menyebabkan cedera ergonomi.
Cedera ini sering kali berkembang secara bertahap dan berkaitan dengan beberapa istilah berikut:
• Cumulative Trauma Disorders (CTDs) – gangguan akibat tekanan yang terakumulasi secara bertahap dalam jangka waktu tertentu.
• Repetitive Strain Injuries (RSIs) – cedera yang disebabkan oleh gerakan yang dilakukan berulang kali dalam waktu lama.
• Musculoskeletal Disorders (MSDs) – gangguan yang memengaruhi otot, tulang, tendon, saraf, serta jaringan tubuh lainnya
Kenali Gejala Musculoskeletal Disorders (MSDs)
Gejala gangguan muskuloskeletal paling sering muncul pada beberapa bagian tubuh seperti punggung, tangan, lengan, pergelangan tangan, siku, leher, dan bahu.
Tanda-tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
• Nyeri atau rasa sakit (baik tumpul maupun tajam)
• Kekakuan pada otot atau sendi
• Pembengkakan
• Kehilangan koordinasi
• Mati rasa
• Sensasi kesemutan seperti bagian tubuh “tertidur”
• Kelemahan yang tidak dapat dijelaskan
Jika pekerjaan Anda melibatkan faktor risiko ergonomi dan gejala-gejala tersebut muncul, kondisi tersebut dapat menjadi indikasi adanya gangguan muskuloskeletal (MSD).
Langkah yang Perlu Dilakukan Jika Mengalami MSD
- Segera mencari penanganan medis sejak dini. Penanganan yang lebih cepat akan meningkatkan peluang pemulihan yang lebih baik.
- Konsultasikan dengan tenaga medis yang memahami masalah kesehatan terkait pekerjaan.
- Laporkan kondisi tersebut kepada atasan atau supervisor, terutama jika berkaitan dengan aktivitas kerja.
- Evaluasi kembali kondisi kerja yang mungkin menjadi penyebab cedera dan lakukan perbaikan pada peralatan maupun metode kerja.
- Jangan ragu untuk meminta bantuan hingga solusi yang tepat ditemukan dan kondisi kerja menjadi lebih aman.
Tips Postur Ergonomi yang Baik Bekerja Depan Komputer
- Duduk tegak menggunkaan kursi yang mendukung punggung bawah dengan baik
- Posisi pandangan sejajar dengan layar monitor
- Tinggi meja sedikit di bawah siku, lengan membentuk huruf L
- Siku rileks,tidak terangkat
- Kaki menapak rata di lantai atau gunakan ganjalan kaki agar nyaman
- Tinggi kursi dapat disesuaikan agar nyaman
- Jangan duduk terlalu lama: Rutin melakukan perengangan, berjalan keluar dari area kerja, dan rutin melihat sesuatu yang berjarak jauh.
Penerapan prinsip ergonomi merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat. Dengan memahami faktor risiko serta mengenali gejala gangguan muskuloskeletal sejak dini, kita dapat mencegah cedera kerja sekaligus meningkatkan kenyamanan dan produktivitas.
PT Syslab berkomitmen untuk terus berbagi informasi dan praktik terbaik dalam bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) guna mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman bagi semua pihak.
Referensi :
- Ergonomic Laboratory Universitas Gunadarma
Tim Redaksi
Penanggung Jawab : Oges Susetio, S.T.
Redaktur : Arief Setiawan, S.T., M.Si.
Reviewer : Dr. Teti Resmianty, S.Si., M.Si.
Penulis : Divisi Petroleum Chemistry
